Pertamina Tambahkan Pendapatan Negara di Kepulauan Riau
16 August 2021 16:21
Investigasipos.com | KEPRI – Pertamina bergerak menciptakan peluang bisnis di pasar global, memanfaatkan kekuatan, keunggulan yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim (kepulauan) yang posisi strategisnya di jalur ekonomi internasional.
Sebagai perusahaan energi, Pertamina memiliki sarana dan fasilitas bisnis yang lengkap dari hulu ke hilir dan menjadikanya sebagai salah satu perusahaan energi dengan portofolio bisnis yang dapat menarik mitra didunia untuk bekerja sama.
“Saya berharap Pertamina International Shipping dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pemenuhan supply chain nasional dan menjadi global player dalam industri marine logistics,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis Pertamina, Senin (16/8/2021).
Dalam menjalankan amanat dari Menteri BUMN, Pertamina telah mengamati dan siap menangkap peluang pasar internasional yang ada di Selat Malaka melalui strategi pengembangan bisnis logistik kemaritiman yang terintegrasi, yaitu bisnis bunkering di Nipa Kepulauan Riau.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Erry Widiastono mengatakan bahwa bisnis bunkering di perairan Pulau Nipa serta wilayah labuh jangkar di sekitar Selat Malaka sangat berpotensi memberikan pendapatan negara.
Hal ini mengingat lebih dari 100,000 kapal melewati Selat Malaka setiap tahunnya.
Tercatat pula lebih dari 90% kapal tersebut melakukan bunkering di Singapura dengan estimasi market size lebih dari 46 juta MT di tahun 2020 dan estimasi value sebesar US$ 20 Miliar.
Dengan adanya potensi pengembangan bisnis bunkering di Selat Malaka ini, Pulau Nipa berpotensi menjadi blending hub dan anchorage area, mengambil pasar Singapura dan Tanjung Pelepas.
“Bisnis bunkering juga berpotensi untuk meningkatkan utilisasi terminal Pertamina Group (Tg Uban dan Sambu) serta potensi pemanfaatan storage 3rd party di Nipa dan Oil Tanking Karimun,” kata Erry Widiastono
Untuk menangkap peluang ini kami akan bersinergi dengan subholding lainnya dan juga mitra diluar Pertamina.
Saat ini Pertamina melalui PIMD telah berhasil melakukan penetrasi ke pasar bunkering di Singapura dengan market size 1.3 juta MT (3% total market size Singapura) di tahun 2020.
Selain itu, PIS juga telah melakukan kerja sama dengan world class company, Freepoint, melalui penyediaan Floating Storage Bunker sejak tahun 2019 hingga 2021 di Tanjung Pelepas dengan menggunakan kapal PIS Pioneer yang berukuran VLCC.
Menjadikan Kawasan Nipa di Kepulauan Riau, lanjutnya, adalah sebagai sentral bisnis bunkering di jalur Selat Malaka yang bertujuan untuk mendapatkan pemasukan bagi negara dan meningkatkan perekonomian khususnya di kawasan tersebut.
Selain itu, juga mewujudkan semangat nasionalisme bahwa Indonesia melalui Pertamina mampu bersaing di kancah internasional. Dukungan dari Pemerintah melalui kementerian terkait dalam aspek regulasi dan flexibilitas akan sangat berarti untuk Pertamina.
Ini akan mewujudkan pengembangan bisnis di wilayah Pulau Nipa Kepulauan Riau dengan memberikan layanan terbaik dan harga produk serta biaya pelabuhan yang lebih kompetitif sehingga akan memberikan daya tarik bagi pihak kapal yang selama ini mengisi bunker di perairan Singapura dan Malaysia.
“Pengembangan bisnis bunkering di Nipa akan menambah pemasukan bagi Indonesia secara lebih menyeluruh, baik dalam penjualan produk bunker maupun dalam penyediaan jasa pelayanan kepada kapal luar negeri yang selama ini dilayani di perairan Singapura.
Selain itu terdapat potensi bisnis lain yang dapat dihadirkan sebagai supporting ecosystem dalam mendukung bisnis bunkering seperti kegiatan Ship-to-Ship (STS), Blending, tank cleaning, penyediaan fresh water, surveyor lab, crewing facilities ,” tutup Erry. (Yun CNBC)















































