Terdampak Isu Corona, 70 % Kamar Hotel di Batam dan Bintan Kosong

Terdampak Isu Corona, 70 % Kamar Hotel di Batam dan Bintan Kosong

Senin, 09 Mar 2020 11.30 wib/ Kontributor- Editor: M. Sukur

Investigasipos.com. JAKARTA – Dampak Isu Corona berpengaruh kuat bagi tingkat hunian pengunjung ke Hotel-hotel, terutama di daerah Kota Batam dan Kab Bintan yang turun drastis hingga tinggal 3% saja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, Cahya sudah mendapat laporan kondisi perhotelan di Batam dan Bintan yang sangat mmprihatinkan.

Cahya katakan, dari informasi yang sudah dia terima. Tinggal 30 sampai 40%, saja nilai hunian yang tercatat di Hotel-hotel yg ada di Kota Batam maupun Kabupaten Bintan.

“Tinggal 30 sampai 40 % saja nilai hunian kunjungi ke Hotel-hotel yang ada di Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Padahal sebelumnya pada bulan November dan Desember 2019, bagus. saat itu nilai hujiannya mencapai 80 sampai 90%.

Baca juga : KPAI Minta, Orang Tua di Indonesia. Jaga Ketat Anak-anaknya saat Menonton Film Maupun TV

Dampak dari penurunan nilai hunian ini sdah ada imbasnya. Para pelaku perhotelan kini sudah ada yang melakukan kebijakan merumahkan karyawannya dan memberikan setengah gaji bagi karyawannya.

“Terkait prmasalahan yang dihadapi para pelaku usaha ini para karyawan sudah memahaminya. Dan ini bukan ulah Pengusaha, para karyawan pun dapat menerima,” kata Cahya.

Sementara itu, menurut Ketum PHRI Pusat, Hariyadi Sukamdani katakan, semenjak ada kasus positif baru corona pada 06 Maret 2020, tak ada perubahan soal tingkat okupansi hotel di Indonesia.

“Belum terlihat perubahan drastis mas karena kemarin berita tersebut sudah ada counter bahwa pasiennya sembuh,” kata Hariyadi pekan lalu,

Baca juga : Tak Berdasar Ukuran Jelas, Komisi X DPR, Pertanyakan Alasan Penetapan Ormas oleh Kemendikbud

Berdasarkan catatan Hariyadi hingga akhir Februari 2020, untuk Batam dan Bintan, tingkat keterisian hotel pada Januari dn Februari 2020 turun jadi 30-40%, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya

Para karyawan hotel bahkan banyak yang diminta untuk mengambil cuti. Menurutnya, kondisi ini akan memburuk jika sampai bulan April masih terjadi penurunan okupansi.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran khawatir dengan bertambahnya kasus-kasus positif corona di Indonesia.

“Ketika di Indonesia sudah diketahui ada yang positif Corona. Itu justru berimbas pada wisatawan domestik juga karena ini momentumnya masih baru. Rasa panik pasti ada karena mungkin belum paham betul terkait apa itu Corona. tutupnya.

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *