Beranda Berita Tanjungpinang Terkait Persoalan Pelanggaran Pemilu Walikota Rahma, SAID: Tak Ade Gading yang Tak...

Terkait Persoalan Pelanggaran Pemilu Walikota Rahma, SAID: Tak Ade Gading yang Tak Retak

Foto: Said Ahmad Syukri, Ketua KPJ

Selasa 10 November 2020

Investigasipos.com| Tanjungpinang.
Gara-gara Ingin memenangan Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 03, Ansar – Marlin, Walikota Tanjungpinang, Rahma terancam pidana. karena nekad menerobos rambu rambu larangan yang tidak membolehkan Kepala daerah aktif berkampanye.

Bukan saja telah menyakiti hati rakyatnya sendiri yang juga ingin Paslon No 2 dan lainnya terpilih menjadi calon Gubernur dan Wakil gubernur Kepri. Tetapi Rahma juga dianggap telah melanggar Undang undang nomor 10 Tahun 2016 Pasal 71 ayat 3, Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Sementara itu, sampai berita ini dimuat belum ada klaripikasi Walikota Rahma terkait dugaan pelanggaran pemilu yang telah dia lakukan. Justru dua kali pemangilan oleh Bawaslu, Walikota Rahma tidak hadir untuk memenuhi panggilan tersebut.

Baca juga : Dugaan Kampanye Gelap Wako Rahma Dukung Paslon Gub Kepri No-03, Berujung Pelaporan Ketua PAC Perpat

“Kasus dugaan pelanggaran pemilu Walikota, Rahma, akan kita lanjutkan ke tahap penyidikan,” kata Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhammad Zaini saat konferensi pers, Senin (09/11/20) kemarin.

Disampaikan Zaini, pada saat Pembahasan Pertama Sentra Gakkumdu telah melakukan penyelidikan ke sejumlah pihak, lalu setelah Pembahasan Kedua, Sentra Gakkumdu akan melakukan penyidikan selama 14 hari kedepan.

“Kami (Sentra Gakkumdu red) akan terus bekerja sesuai peraturan perundangan, maka perkembangan lebih lanjut nantinya akan kami informasikan kembali,” ungkap Zaini.

Baca juga : Ini Kata Pimpinan Lembaga K.P.K Kepri dan Bawaslu, Terkait Dugaan Kampanye Walikota Rahma

Menyikapi persoalan Walikota Rahma tersebut, Ketua Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) yang juga dikenal sebagai Tokoh Muda Pemuda Tempatan, Said Ahmad Syukri kembali mengatakan, “Semoga persoalan seperti ini tidak terulang kembali.

Menurut Said, Walikota Rahma bisa saja khilap dan lupa, akan tetapi hal serupa tidak boleh terjadi kembali. Seharusnya Rahma tahu bahwa, sebagai kepala daerah aktif dirinya bukan lah milik Partai, melainkan adalah milik warga masyarakat Kota Tg-pinang,” tegasnya.

Baca juga : Terkait Persoalan Rahma, Bobby Pinta Semua Pihak Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

“Kami (Masyarakat TPI red) bisa saja memaklumi apa yang telah dilakukan Walikota Rahma merupakan kekhilapan. Ibarat pepatah tak ade gading yang tak retak dan karena itu pula lah kita semua dapat memaafkannya,” Pungkas Said.

Tak lupa Said juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawal Pilkada sehat 09 Desember 2020 mendatang,  agar berjalan aman dan Kondusif.

“Mari kita jaga dan kawal agar Pilkada sehat 09 Desember 2020 mendatang berjalan aman dan Kondusip. Bersama tentu kita bisa,” tutup Said. (Wak Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here