Ujung Cuitan Novel, Akun Twitter Jokowi Di-bully Berbagai Komentar Pedas

UjungCuitan Novel, Akun Twitter Jokowi Di-bully Berbagai Komentar Pedas

Minggu, 19 Juli 2020, 10,00 Wib

JAKARTA, Investigasipos.com –
Cuitan Novel Baswedan melalui akun @nazaqistsha, Jumat 17 Juli 2020 yang memberi ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) berujung Curhat ke Menkopolhukam, Mahfud MD.

Pasalnya dari Cuitan tersebut Presiden merasa resah dan di-bully habis-habisan oleh Warga Net yang beramai-ramai menyerbu akun Twitternya dengan berbagai komentar komentar pedas.

“Pak Mahfud bagaimana itu Pak Novel Baswedan? Kok saya loh yang di-bully, seakan-akan saya. Padahal saya ngak tahu apa-apa urusan tuntut menuntut, kata Mahfud saat mengikuti wawancara “Djoko Tjandra dan Mafia Hukum Kita”, pada Sabtu (18/07/2020).

Dikatakan Mahfud, Presiden memahami rasa keadilan dalam tuntutan kasus dua terdakwa atas penyerangan Novel oleh Jaksa penuntut umum itu tidak terpenuhi. Namun Presiden tegaskan tak bisa ikut campur dalam urusan tersebut.

“Jadi Pak presiden betul- betul tanya itu. Kenapa dua terdakwa atas penyerangan Novel hanya dituntut satu tahun. Saya katakan ya pak nanti saya tanya, tentu ada alasan hukum yg diajukan oleh jaksa,” ucap Mahfud.

Selain itu Presiden juga menanyakan apa ada kemungkinan vonis hakim dapat lebih berat dari tuntutan jaksa. Mahfud pun menjawab, vonis lebih berat dari tuntutan Jaksa sering terjadi, seperti yang pernah dijatuhkan oleh Hakim Artidjo Alkostar.

“Kalau dibilang tak ditemukan unsur pidana, justru dari yang bilang itu harus dicari. Mungkin di situ unsur mafianya bisa diurai. Karena tak sulit menemukan unsur pidana kalau sudah terjadi hal yang seperti itu,” tegas Mahfud

Sebelumnya, Cuitan yang ditulis Novel Baswedan membuat para warga net beramai-ramai menyerbu akun Twitter Jokowi dengan berbagai komentar pedas.

Selain mengucapkan selamat kapada Presiden karena dianggap berhasil menyembunyikan otak pelaku, Novel juga yakin jika pelaku sebenarnya bukanlah kedua oknum polisi tersebut.

“Sandiwara telah selesai, sesuai dengan skenarionya. Point pembelajarannya adalah Indonesia benar- benar berbahaya bagi orang yang memberantas korupsi.

“Selamat bapak Presiden @jokowi , Anda berhasil membuat pelaku kejahatan tetap bersembunyi, berkeliaran dan siap melakukannya lagi,” tulis Novel dalam cuitannya.

Kontributor: Johan/ Penulis: Muhamad Sukur

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Media Investigasi Groups. Powered by Perwinsus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *