
JAKARTA-Investigasipos.com,Presiden Jokowi meminta negara-negara Islam tentang AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Terutama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Mari bersatu menyampaikan pesan keras menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang baru-baru ini resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sabtu, 9/12/2017
Saat menerima kunjungan kehormatan Menlu Tunisia, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa negara-negara OKI, negara-negara muslim harus bersatu dan menyampaikan pesan yang keras kepada Amerika,
Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan langkah kontroversialnya, Jokowi langsung mengeluarkan kecaman keras. Dia juga meminta Amerika pertimbangkan kembali keputusannya.
Presiden Jokowi menilai pengakuan Trump telah melanggar resolusi PBB di mana AS turut menjadi salah satu anggota tetapnya, Merespons langkah AS, OKI berencana menggelar pertemuan tingkat tinggi darurat pada 13 Desember mendatang di Istanbul, Jokowi dijadwalkan hadir dalam rapat tersebut.
Kemenlu Retno mengatakan dirinya juga terus berupaya berkomunikasi dengan sejumlah negara-negara Barat termasuk anggota Uni Eropa, demi menyampaikan pesan tegas Indonesia.
“Kemarin malam saya menghubungi menlu Uni Eropa untuk menyampaikan pesan harapan agar negara lain tidak mengikuti Amerika,” ujar Retno.
. Menurutnya, komunikasi itu mendapatkan respons positif. Retno berharap Uni Eropa konsisten terhadap komitmen tersebut. Sejak wacana Trump ingin mengakui Yerusalem sebagai milik Israel, Retno terus berkomunikasi dengan duta besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan.
Setelah Yerusalem Diakui Presiden AS sebagai Ibu Kota Israel,
Donovan telah dua kali dipanggil Retno untuk menjelaskan keputusan Gedung Putih.
Sebelum keputusan itu diambil, Retno juga sempat berkomunikasi dengan Menlu AS Rex Tillerson untuk menyampaikan sikap tegas Indonesia dan meminta Negeri itu mencabut kembali atas ucapan.Presiden Donald trump. (Rls -Sukur)















































