Beranda Berita Bintan PATRISIUS BOLI TOBI : Pentingnya Menjadi “Legislator”

PATRISIUS BOLI TOBI : Pentingnya Menjadi “Legislator”

Poto Patrisius Boli Tobi saat belusukan

BINTAN. Investigasi pos.com, Pesta Demokrasi sudah di ambang pintu, tahapan demi tahapan sudah terlewati, serasa singkat para kandidat berkompetisi merebut hati rakyat.

Dinamika ini berjalan dalam nuansa yang kadang sulit di mengerti oleh masyarakat awam, apa sih yang sedang di cari oleh para kompetitor Caleg’ baik DPR RI, DPRD PROP, KAB dan KOTA.

Ada banyak yang mungkin memahami konsekwensi dari pertarungan politik, ada juga yang asal ikut karena diikutsertakan,” sebut PATRISIUS BOLI TOBI, Caleg yang ikut berkompetisi di ajang pesta Demokrasi, pada media Investigasi pos. com, Kamis (9/4/2019).

“Saya memahami benar  konsekwensi dari pilihan ini, bagi saya merebut peluang untuk masuk pada jajaran Legislator itu hal yg biasa. karna itu bagian dari proses Demokrasi yang berjalan Normatif. Tidak ada yang istimewa, karena itu rutin kita laksanakan setiap 5 tahunan.

Untuk itu yang terpenting adalah, sebagai kandidat kita perlu memahami dengan utuh Peran dan Fungsi diri dari apa yang sedang kita perjuangkan, untuk ada diposisi Legislator,” ucapnya.

Sebab, jika kita terpilih menjadi Legislator, kata PATRISIUS. Bukan saja kita kuat secara kwantitas, tapi kuat pula secara Kwalitas, serta Kredibel dalam menjalankan pungsi Kontroling.

“Legislasi yang integral, dapat mengakomodir kepentingan masyarakat bangsa’ dan Fungsi  Budgeting. Ini adalah hal hal prinsip yang melekat dalam Peran Legislator,” unggkap PATRISIUS BOLI TOBI yang akrab di sapa BUNG PETRIK ini.

Lalu, apa kira kira kriteria atau indikator yang bisa  menjadi acuan masyarakat pemilih, memilih sosok figur figur anggota Dewan seperti harapan BUNG PETRIK ?

Sederhana saja, jawab PATRISIUS BOLI TOBI, “Hindari memilih caleg yang ambisius, yang selalu memakai cara cara yang tidak sehat, mulai dari menggunakan politik transaksional hingga sampai menjatuhkan lawan lawannya.

Kemudian, banyak juga hal yang kontra produktif di jadikan amunisi untuk merebut suara rakyat, ini keliru. “Jadilah politikus yang bermarwah, sarat dengan gagasan ideal intelektual membangun bangsa dan mengontrol efektifitas jalannya roda pemerintah dan bukan tempat tuk bernegosiasi.

“Saya berharap teman teman yang saat ini ada pada jajaran kompetitor ‘caleg’, marilah kita bersama sama ikut serta mencerdaskan bangsa, mengerti dan memahami politik secara baik dan benar.

Di beberapa tempat, demokrasi ternodai oleh ulah dan tingkah para caleg dan teamnya yang tidak mematuhi aturan aturan yang menjadi ketentuan undang undang, dan akhirnya harus berhadapan dengan hukum.

Tapi banyak juga generasi yang telah mulai berpikir dan berkarya dengan baik Sebagai kontrol sosial. Lembaga yang independen telah berkontribusi memberikn pendidikan politik sehat secara verbalisan di masyarakat’ ini yang perlu di Apresiasi.

Pesta Demokrasi akan berlalu’ tapi peran kita membangun bangsa tak hanya ada di batas akhir 5 tahunan. Dengan pesta ini, marilah kita bersama menjaga keutuhan ‘persatuan dan Cinta akan NKRI ini.

(Wak Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here