Tak Mengedepankan Kearifan Lokal, Bantuan CSR BI Melalui BUMD TPI di Sentil Warga
Jumat, 05 Maret 2021
Investigasipos.com | Tanjungpinang – Ada yang menarik, bantuan CSR yang disalurkan BANK INDONESIA (BI) melalui BUMD Kota Tanjungpinang ke para pedagang Melayu Square, Tepi Laut disentil sejumlah warga (anak tempatan red), Kamis (05/03/2021).
Mereka menilai, Bantuan CSR BI berupa Stand Kuliner mirip Kontainer kaleng itu tidak pas.
Karena tidak memiliki motif atau corak khas kemelayuan serta bertolak belakang dengan Kearifan Lokal
“Sayang sekali bantuan CSR BI berupa Stand Kuliner mirip konteiner kaleng itu tidak mengedepankan kearifan lokal,” ucap Said Ahmad Syukri saat berbual bersama sejumlah anak tempatan (04/03) kemarin.
Menurut Said, alangkah baiknya BUMD sebelum memutuskan penyaluran bantuan CSR BI ke para pedagang Melayu Square, terlebih dahulu melibatkan tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) agar terkesan elok.
“Katenye bantuan Stand itu mau dibuat sebagai daya tarik bagi para Wisata yang hendak makan di Melayu Square. Tapi Stand bantuan itu kok tak ade ciri khas melayunye,” sentil Said Ahmad Syukri alias SAS Joni.
Ada lagi Imran (42 tahun), warga tempatan. Kepada Walikota Rahma dia berpesan, Jika ingin menunjuk Pejabat carilah orang-orang yang mengerti dan betul-betul mampu untuk memajukan daerah, terutama memperhatikan kearifan lokal sebagai acuan pembangun kota.
Setiap Pembangunan hendaknya kedepankan dulu bentuk dan ciri khas suatu negeri, Karena semua itu ada regulasinnya,” tutup Imran.
Terpisah, menanggapi centilan warga tersebut, Direktur BUMD Fahmi kepada Investigasipos.com mengatakan, “Terkait bantuan Stand Kuliner kepedagang, kami (BUMD red) hanya sebagai penyalur bantuan BI saja.
Untuk pemesanan dan pembuatan Stand Kuliner berupa Kontainer, BI langsung yang berurusan dengan pembuatnya,” ujar Fahmi melalui pesan singkat di WA.
Fahmi juga tidak menepis untuk Pembuatan Stand Kuliner itu memang BUMD yang meminta dana CSR ke BI, tapi disebalik tu pihak BI yang menginginkan pembuatan langsung ke pihak UMKM.
“BUMD tak ikut campur tentang pembuatan Stand itu, kami hanya menerima pemanfaatan conteneir ke pedagang,” aku Pahmi.
Dalam kesempatan yang berbeda, saat dikonfirmasi media ini atas sentilan warga terkait bantuan Stand Kuliner yang dianggap tidak pas karena tidak bermotifkan ciri khas melayu malah dikatakan mirip seperti Pos partai politik tertentu, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, engan berkomentar
Terakhir dia katakan, tak perlu lah kite ribut-ribut segale masukan memang perlu bagi pemerintah. untuk itu marilah kita dudukan persoalan ini agar nanti setelah duduk dan tukar pendapat kite bise menjadi paham, Tutur nya. (Wak Kur)















































