
Jumat, 10 Juni 2022
Penulis: Muhammad Sukur
Ilustrasi gambar Orasi Bubarkan KPK
Investigasipos.com – Gara-gara hasil survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik menurun terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak kalangan yang menggesa agar Lembaga Anti Rasuah tersebut dibubarkan.
Permintaan membubarkan KPK itu tidak hanya datang dari kalangan masyarakat, pengamat, Akedemisi serta pegiat anti korupsi saja, namun termasuk para mantan pegawai KPK Rasamala Aritonang hingga Novel Baswedan.
Terkait hal itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengklaim kinerja insitusinya tidak menurun hanya hasil survei yang dilakukan lembaga Indikat Politik Indonesia (IPI), menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang menurun terhadap KPK.
“Kita hargai apa pun itu hasil survei, tetapi tidak menurunkan langkah kita untuk terus bekerja. Kita tetap kawal dalam rangka pemberantasan korupsi,” kata Firli Bahuri usai rapat dengan Komisi III DPR RI di
Gedung DPR RI Senayan
Jakarta, Rabu (8/6/2022).
Dalam rapat tertutup bersama Komisi lll DPR RI Ketua KPK Firli Bahuri melaporkan sejumlah capaian yang dilakukan KPK tahun 2022 sampai dengan bulan Juni misalnya tentang pengembalian aset meningkat Naik 147% dari tahun sebelumnya.
“Terkait dengan bagaimana kinerja KPK tahun 2022 sampai dengan bulan Juni yang jelas dibandingkan dengan tahun lalu, misalnya asset recovery, asset recovery sekarang itu naik 147 persen daripada tahun lalu,” ujarnya kepada media.
Firli menuturkan bahwa dalam rapat tertutup bersama Komisi lll DPR RI, dirinya juga menyampaikan Program-program yang digagas dan dijalankan KPK tidak menutupi apa yang dilakukan dan dicapai oleh KPK era kepemimpinannya.
“Terus terkait dengan bagaimana pendidikan politik berintegritas kita sampaikan juga bagaimana terkait dengan program desa antikorupsi kita sampaikan juga,” Tukasnya.
Sebelumnya diberitakan Dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia, Rabu 6 Juni 2022
menyebutkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) meningkat tinggi dibanding KPK.
Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, tingginya kepercayaan publik terhadap Kejagung membuat masyarakat semakin percaya dengan Korps Adhyaksa itu.
“Tingginya tingkat kepercayaan publik kepada Kejagung cermin kejujuran dari masyarakat. Bahagia mengetahui publik makin percaya dengan Kejaksaan,” kata Febri menanggapi rillis survei Indikator Politik Indonesia sembari ucapkan apresiasi kinerja Kejagung.
Febri mengungkapkan, banyaknya kasus-kasus besar yang berproses di Kejagung merupakan prestasi dan itu mendapat perhatian dari masyarakat.
“Banyaknya apresiasi yang diterima Kejaksaan menjadi bukti penegak hukum ini bekerja, dalam arti yang sebenarnya publik melihat secara liner, dan publik makin percaya,” ujarnya.
Febri kemudian menyinggir sindir KPK, “ada lembaga penegak hukum yang justru lebih banyak memperlihat kan gimik, alih-alih bekerja dalam upaya penegakan hukum, ‘tidak mungkin masyarakat percaya dengan gimik,” tambahnya.
Febri menilai KPK periode saat ini justru penuh kontroversi, terutama dari para komisionernya. Ada banyak gimik yang di perlihatkan kepada masyarakat kemudian masyarakat meresponsnya dengan sindiran.
Ke depannya Febri pun berharap Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para pegawai Kejaksaan. Hal ini demi meminimalisasi potensi penyalahgunaan jabatan. Apa yang selama ini diterima pegawai KPK bisa menjadi tolok ukur pemerintah,” pungkasnya.















































[…] Baca juga : Digesa Bubarkan KPK, Firli Mengklaim Kinerja Insitusinya Tidak Menurun […]
[…] Baca juga : Digesa Bubarkan KPK, Firli Mengklaim Kinerja Insitusinya Tidak Menurun […]