Beranda Berita Bintan Ini Tanggapan Kadiv Humas Polri Terkait Penolakan Laporan Petani di Polres Bintan

Ini Tanggapan Kadiv Humas Polri Terkait Penolakan Laporan Petani di Polres Bintan

Poto Petani Saat Melapor Di Polres Bintan

Senin, 26 Juli 2021

Investigasipos.com | Bintan (Kepri) – Terkait Pemberitaan Investigasipos.com yang berjudul “Hari ini Kita Lihat Penegak Hukum Di Bintan Tidak Berpihak Kepada Rakyat Kecil” yang terbit pada, Minggu 25 Juli 2021 ditanggapi Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen. Pol. Argo Yuwono, S.I.K., M.Si.

Kepada media ini melalui ponselnya Kadiv Humas Mabes Polri meminta untuk mengkomunikasikan kepadanya apa sebab oknum Polisi bernama Febri tidak menerima laporan perusakan pondok dan tanaman oleh preman suruhan PT BMW yang dilaporkan warga petani.

Saat ini melalui WA awak media ini telah mengirimkan bukti atas perusakan tersebut sebagai dasar permintaan Kadiv Humas Mabes Polri untuk dikomunikasikan dan ditindaklanjuti.

Terpisah saat dikonfirmasi awak media ini menanyakan hal yang serupa kepada Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, beliau menyampaikan terimakasihnya atas segala masukan tersebut.

“Terima kasih mas atas segala masukannya, sehat dan bugar selalu,” balas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. kepada awak media ini melalui WA.

Sebelumnya diberitakan, Ibarat jatuh ketimpa tangga, ini lah yang dialami sejumlah warga yang bertani di Lome, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya Utara. Lahan yang di kleam Hutan Lindung oleh KPHL melalui DLHK Kepri, dan dimanfaatkan petani dipersoalkan PT BMW.

Poto Petani Saat Melapor Di Polres Bintan

Anehnya, jatuh dan ketimpa tangga yang dialami petani lantaran yang mengusir dan merusak tanaman mereka bukan pihak Pemerintah (KPHL) atau DLHK Kepri namun dilakukan oleh puluhan preman suruhan PT BMW yang diduga sudah mencuri lahan Hutan Lindung Negara.

Mirisnya lagi, ketika perusakan pondok dan tanaman yang dialami sejumlah warga petani di Lome oleh puluhan preman suruhan BMW dilaporkan ke Polres Bintan, laporan mereka justru ditolak mentah- mentah oleh oknum Polisi bernama Febri.

Sejumlah petani yang melapor mengatakan, Oknum Polisi yang tidak berpakaian dinas bernama Febri itu tidak mau menanggapi laporan perusakan pondok dan tanaman mereka malah ngotot menanyakan hak surat kepemilikan apa yang dimiliki warga petani sementara sudah di jelaskan bahwa mereka memanfaatkan Tanah Kawasan Hutan lindung

“Oknum Polisi yang tidak berpakaian dinas bernama Febri itu tidak mau menanggapi laporan perusakan pondok dan tanaman kami malah ngotot menanyakan hak surat kepemilikan apa yang dimiliki warga petani.

“Meski sudah dijelaskan kami hanya memanfaatkan tanah negara yang terlantar dikawasan Hutan lindung, namun oknum polisi bernama Febri itu tidak mengubrisnya,” unggap warga petani.

Saat ini para petani didampingi Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Tanjunginang-Bintan akan melaporkan secara resmi kepada Polda Kepri, tembusan Mabes Polri, Menkum Ham dan Presiden terkait alasan tidak diterimanya laporan perusakan pondok dan tanaman petani yang dilaporkan ke Polres Bintan pada (19/7) lalu.

Hingga berita ini muat awak media ini belum berhasil menghubungi Kapolres Bintan guna konfirmasi dan klarifikasi. (Sukur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here