Beranda Aparatur Lanjutan Sidang Nurdin, Zulhendri Akui Keluarkan Sejumlah Uang

Lanjutan Sidang Nurdin, Zulhendri Akui Keluarkan Sejumlah Uang

Lanjutan Sidang Nurdin, Zulhendri Akui Keluarkan Sejumlah Uang

Rabu, 29 Januari 2020. 17.03 Wib/ Kontributor/ Editor: Muhamad Sukur

Investigasipos.com. JAKARTA – Sidang lanjutan Kasus Gubernur Kepri Non Aktif, Nurdin Basirun kembali digelar. Kali ini giliran Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Kepulauan Riau Zulhendri yang menjadi saksi.

Didepan hakim Zulhendri mengaku telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 43 juta untuk mendukung kegiatan dan keperluan Nurdin Basirun ketika masih menjabat Gubernur Kepulauan Riau.

Dikatakan Zulhendri, sejumlah uang yang dikeluarkannya dalam kurun waktu 2017-2019 itu adalah bentuk dari loyalitas dirinya terhadap Nurdin.

Hal itu diakui Zulhendri saat bersaksi untuk Nurdin, terdakwa kasus dugaan suap terkait izin pemanfaatan ruang laut dan penerimaan gratifikasi di provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Baca juga : Terkait Kasus Nurdin, Saksi Menggaku Dimintai Uang Rp 70 Juta

“Siap, benar keterangan tersebut,” kata Zulhendri di depan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/01/2020).

Selain itu, dalam keterangannya Zulhendri mengaku beberapa kali pernah mendampingi Nurdin dalam melakukan kegiatan Safari Subuh dan berkunjung ke masjid-mesjid untuk menemui warga.

Bahkan di setiap kegiatan itu, Zulhendri akui, dirinya pernah membantu Nurdin menyediakan uang untuk membayar biaya sarapan warga dalam kegiatan safari subuh tersebut. “Itu kegiatan Subuh diselenggarakan oleh Gubernur,” kata Zulhendri.

Zulhendri juga mengatakan, selain memberikan uang senilai Rp 2 juta dalam pecahan Rp 20.000 melalui ajudan Nurdin. Ia juga mengakui pernah memberikan uang lainnya masing-masing Rp 5 juta untuk mendukung kegiatan Nurdin saat open house Lebaran dan kunjungan ke pulau-pulau

Kembali dikatakan Zulhendri, bahwa uang-uang yang telah diberikannya itu, Ia keluarkan dari kocek pribadinya sendiri dengan alasan sebagai bentuk loyalitasnya kepada Nurdin Basirun.

Baca juga : Edy Sofyan Sebut, Nurdin Basirun Suka Bagi-bagi Uang

Sebelumnya, dalam perkara ini, Nurdin Basirun didakwa menerima suap sebesar Rp 45 juta dan 11.000 dollar Singapura secara bertahap terkait izin prinsip pemanfaatan ruang laut di wilayah Provinsi Kepri.

Menurut jaksa, suap itu diberikan pengusaha Kock Meng bersama-sama temannya bernama Johanes Kodrat dan Abu Bakar. Dan diberikan melalui Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau dan Budy Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau.

Selain itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 4,22 miliar dari berbagai pihak dalam kurun waktu 2016-2019 selama masa jabatannya.

Menurut jaksa, sumber gratifikasi itu berasal dari pemberian sejumlah pengusaha terkait penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut, izin lokasi reklamasi, izin pelaksanaan reklamasi. Dan ada juga berasal dari para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kepri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here