Beranda Kepri WNI dari Singapura Suspect Virus Corona Diduga Masuk Ke Wilayah Indonesia Melalui...

WNI dari Singapura Suspect Virus Corona Diduga Masuk Ke Wilayah Indonesia Melalui Kota Batam

WNI dari Singapura Suspect Virus Corona Diduga Masuk Ke Wilayah Indonesia Melalui Kota Batam

Minggu, 09 Februari 2020, 11.05 Wib/ Penulis: Muhamad Sukur/ Editor: Eris P

Investigasipos.com. KEPRI. Berdasarkan informasi Kabinda Kepri bahwa pada 08 Februari 2020 di Batam terdeteksi adanya WNI dari Singapura yang suspect terjangkit Virus Corona masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Batam.

Informasi itu diterima Kantor Imigrasi Batam dari Kementerian Kesehatan dan Otoritas Karantina Singapura, bahwa terdapat 6 WNI dari Singapura yang terduga/ suspect terjangkit Virus Corona keluar dari Singapura menuju ke Indonesia melalui Kota Batam Prov Kepri

Adapun identitasnya :

1. CHANDRA WIDODO (WNI, No. Paspor C.6168610)

2. WINARTO (WNI, No. Paspor C.2320963)

3. DESY (No. Paspor C.2320970)

4. SUWARDI SUMANTRI (WNI, No. Paspor C.6168201)

5. MANIS (WNI, No. Paspor B.8647326)

6. KNIGHT XATION (WNI, No. Paspor B.3124491)

Baca juga : Tips Pencegah Penularan Virus Corona dari Ka Dinkes Prov Kepri

Saat ini dari informasi yang diterima media Investigasipos.com, dikabarkan Kementerian Kesehatan Singpura, Otoritas Karantina Singapura meminta bantuan imigrasi Batam untuk mencari keberadaan dari 6 orang tersebut.

Sementara itu dikabarkan, berdasarkan penelusuran Sistem Perlintasan Keimigrasian di Batam, Diketahui 2 dari 4 orang tersebut telah masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Kota Batam, diantaranya adalah,

• WINARTO (WNI, No. Paspor C.2320963) termonitor masuk ke Batam pada 04 Januari 2020 pukul 10.48 WIB melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam.

Baca juga : Jumlah Warga China Terinfeksi Virus Korona Bertambah, AFP: Korban Tewas Sementara 304 Orang

• DESY (No. Paspor C.2320970) termonitor masuk ke Batam pada 04 Januari 2020 pukul 10.49 WIB melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam.

Sementara itu, menangapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana mengaku sudah bergerak cepat dan memberi perhatian terhadap 6 WNI yang dimaksud. mereka sudah kita periksa dn negatif terindikasi virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana juga memastikan, 6 orang WNI asal Tanjungpinang yang viral di media sosial sudah ditanggapi secara serius oleh Wali kota Tanjungpinang, serta instansi terkait.

Tjetjep membenarkan kalau keenam orang tersebut sudah berkontak dengan orang-orang di Singapura yang saat ini kondisi virusnya berstatus oranye. Artinya tertular virus Corona yang tidak berkaitan dengan penularan dari orang yang melakukan perjalanan ke China.

Baca juga : Waspada Virus Corona, Bobby Jayanto Minta. Perketat Penjagaan Turis Masuk ke Kepri

Menurut Tjetjep, keenam warga itu sudah diperiksa secara intensif segera setelah tiba di Kota Tanjungpinang. Dan dari hasil pemeriksaan memastikan mereka tidak terpapar virus Corona Namun, mereka tetap terus dipantau oleh instansi terkait.

“Ruang gerak mereka akan dibatasi. Mereka terus kita pantau. Terkait hal ini, Pemerintah kota pun sudah menggelar rapat khusus,” ungkap Tjetjep.

Tjetjep mengatakan, pemerintah akan menaikkan status menjadi merah bila terdapat peningkatan orang yang positif terjangkit virus Corona.

Kepala Dinkes Provinsi Kepri itu juga mengingatkan seluruh warga Kepri agar tidak terlalu berlebihan menanggapi informasi seputar virus Corona.

Semua informasi mesti ditanggapi secara positif sehingga tidak menimbulkan keresahan yang masif. Sebab, upaya untuk mengatasi keresahan terhadap informasi yang beredar lebih sulit daripada mengatasi bahaya virus Corona itu sendiri,” ungkap Tjetjep.

Baca juga : Terkait Penularan Virus Corona, Ombudsman Minta. Pemerintah Larang Masuk Warga China

Sebelumnya, Kepala Bidang kesehatan (Kabidokes) Polda Kepri Kombes Pol Muhammad Haris memberikan penjelasan mengenai pesan berantai virus corona masuk Batam dr Singapura, pada Minggu (08/02/2020) kemarin.

Muncul pesan berantai yang menyebutkan 6 warga negara Indonesia dari Singapura suspect virus Corona dan lolos masuk ke kota Batam.

Dimana dari 6 orang tersebut telah diketahui 2 orang yang masuk melalui pelabuhan Harbour Bay Batam yang tiba pada selasa 04 Februari 2020 lalu

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Prov Kepri, Bobby Jayanto. Ketika dimintai tangapannya terkait hal tersebut, dia katakan. “Saya sangat menghimbau kepada aparat terkait seperti imigrasi dan kesehatan untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasannya.

Baca juga : Kunjungi Natuna, Prabowo Cek Kondisi 237 WNI dan 1 WNA yang Dievakuasi dari China

Apabila ada menerima kabar seperti ini, agar segera cepat ditindak lanjuti dan diinformasikan ke publik jangan sampai  nantinya menimbulkan kekhawatiran dan keresahan bagi masyarakat yang mendengarnya,” harap pak Bobby yang dari awal sangat mengkhawatirkan masuk virus Corona ke Kepri tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis tgl 30 Januari 2020 lalu. Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan ada satu warga yang diduga terinfeksi virus corona. warga tersebut tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah.

Dia mengungkapkan, pasien tersebut merupakan seorang pekerja kapal tugboat Singapura-China. Pasien masuk Batam melalui Pelabuhan Batam Center dari Pelabuhan Tanah Merah, Singapura.

“Ia bekerja sebagai awak kapal ‘tugboat’ rute China-Singapura,” ujarnya.

Saat melalui thermal scanner di pelabuhan, pasien itu tidak terdeteksi memiliki suhu tubuh tinggi. Namun, setelah masuk di kota, warga Batam itu merasa sakit dan berobat di RSUD Embung Fatimah.

Baca juga : Tentang Wabah Virus Korona, Taiwan Desak China Rillis Semua Informasi

Dalam pemeriksaan dokter, diketahui warga tersebut baru pulang dari Singapura, sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Diperiksa lebuh lanjut. Ciri-cirinya dokter yang tahu,” terangnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengirim ‘swab’ hidung pasien yang tengah dalam pengawasan terkait virus corona ke Jakarta. Tujuannya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah kami kirimkan ke Jakarta,  hasil pemeriksaan akan keluar pada tiga hari setelah sampel diterima pihak laboratorium,” teqang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here