Beranda Berita Bintan Setelah 12 tahun KPK Kembali Ungkap Kasus Korupsi di Pulau Bintan

Setelah 12 tahun KPK Kembali Ungkap Kasus Korupsi di Pulau Bintan

Setelah 12 tahun KPK Kembali Ungkap Kasus Korupsi di Pulau Bintan

Minggu, 28 Februari 2021

Investigasipos.com | BINTAN – Duabelas tahun lamanya setelah kasus Korupsi Alih Fungsi Lahan Bintan Buyu  yang mengorbankan Mantan Sekretaris daerah (Sekda) Bintan, Azirwan. Kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berhasil menggungkap dugaan kasus korupsi baru di Pulau Bintan.

Menariknya, penggungkapan kasus baru ini dilakukan disaat jelang pelantikan tiga kepala daerah di Prov Kepri, khususnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bintan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang juga baru saja di lantik Presiden RI Ir. Joko Widodo distana negara, Jakarta, Kamis (25/02) kemarin.

Adapun kasus korupsi baru yang diungkap oleh KPK, terkait dugaan tindak pidana Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai dalam Pengelolaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Bintan tahun 2016-2018. Dengan melibatkan sejumlah pejabat di Pemkab Bintan yang mana saat ini sedang diperiksa penyidik KPK.

Baca juga : Mengenang 12 Tahun Kasus Korupsi Alih Fungsi Lahan yang Korbankan Mantan Sekda Bintan

Sepertinya sudah tersirat, selain di gadang-gadang sebagai Bandar Pariwisata terbesar kedua setelah Pulau Bali, Pulau Bintan ini juga merupakan tempat atau ladang yang subur bagi para Koruptor dalam mencari kekayaan terutama di bidang Pertanahan, Perijinan Pertambangan, Reklamasi hingga dugaan kasus Korupsi saat ini.

Anehnya nanti, meskipun dugaan kasus-kasus Korupsi itu sudah diumumkan ada tersangkanya. Seperti biasa, aktor utamanya pasti jarang terungkap Contoh : Kasus Korupsi Alih Pungsi lahan di Bintan Buyu yang ditangani oleh KPK serta Kasus Korupsi Pemberian Ijin Tambang Bauksit di Pulau Bintan yang ditangani oleh Kajati Kepri.

Terpisah, sebelumnya Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri buka suara terkait kedatangan penyidiknya ke Pulau Bintan Kepulauan riau (Kepri) kepada sejumlah awak media di gedung Merah Putih Jakarta, pada Kamis 25 Februari 2021 kemarin.

Baca juga : Dua Pejabat Pemprov Kepri Dicopot, Gubernur dan Bupati Bintan “Tersandera”

Dia mengatakan, jika KPK sedang melakukan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai dalam Pengelolaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Bintan pada tahun 2016 – 2018.

Dalam hal ini, Ali mengaku belum dapat menjelaskan secara detail kasus tersebut termasuk siapa tersangkanya. Dan Ia katakan, pada waktunya KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi yang berhubungan dengan perkara.

“Untuk saat ini, kami belum dapat menjelaskan secara detail kasus tersebut termasuk siapa tersangka nya. Pada waktunya KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi yang berhubungan dengan perkara ini,” Ucap Jubir KPK ini.

Baca juga : Kennedi: Masyarakat Gerah Kejati Kepri Tumpul Tangani Kasus Korupsi 

Menurut Ali, untuk menentukan hal ini ada alasan mengenai kebijakan dari pimpinan KPK bahwa, pengumuman tersangka nantinya akan dilakukan setelah penangkapan atau penahanan terhadap para tersangka.

“Kami (KPK red) memastikan, akan menginformasikan setiap perkembangan penanganan perkara ini kepada publik sebagai bentuk transparansi,” pungkas Ali.

Selain itu dikabarkan, Apri Sujadi sempat menghilang selama tiga hari, bahkan saat acara gladi bersih pelantikan pada Kamis (25/02/21) malam di aula Kantor Gubernur Kepri. Saat itu Apri tidak datang diduga ada kaitannya dengan tengah dilakukannya pemeriksaan sejumlah pejabat Bintan oleh KPK.

Baca juga : ICW dan L. KPK Sebut, Pengungkapan Kasus Tambang Di Daerah Jarang Sentuh Aktor Utama

Apri Sujadi juga sempat diisukan akan dibawa Tim Penyidik KPK usai dilantik Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebagai Bupati Bintan, Jumat (26/02) pagi. Meskipun akhirnya dibantah oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Saya belum menerima informasi terkait dibawanya pak Apri. Yang saya tau, sedang ada pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.Tapi dari ketiga saksi yang diperiksa tidak ada nama Apri Sujadi,” tutur Ali.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Apri Sujadi sendiri telah membantah isu yang mengabarkan jika dirinya akan dibawa KPK usai dilantik sebagai Bupati Bintan. Meskipun keesokan harinya Apri buru-buru sedang menuju Jakarta dengan alasan Urusan Partai.

“Saya ke Jakarta ada urusan partai,” tegasnya. (Wak Kur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here