Beranda Internasional William Haseltine Sebut, Corona Itu Tidak Hanya Disebarkan Oleh Orang Yang Bergejala...

William Haseltine Sebut, Corona Itu Tidak Hanya Disebarkan Oleh Orang Yang Bergejala Saja

William Haseltine Sebut, Corona Itu Tidak Hanya Disebarkan Oleh Orang Yang Bergejala Saja

Minggu, 22 Maret 2020, 11.30 WIB/ Kontributor- Editor: Muhamad Sukur

Investigasipos.com – Dilansir Health, pada Selasa 17 Maret 2020 kemarin, President ACCESS Health International, William Haseltine menilai, metode pengujian Corona secara umum yang ada saat ini tidak efektif. Hal itu ia katakan mengingat Corona itu tidak hanya disebarkan oleh orang bergejala saja.

Saat ini, William Haseltine telah merekomendasikan sistem pengujian yang dikenal sebagai contact tracing atau pelacakan kontak. Dan Metode hasil pengujian itu kini sudah diterapkan di Korea Selatan dan Singapura.

Metode ini melibatkan pengujian setiap orang dengan gejala terlebih dahulu. Namun, setelahnya berusaha menemukan dan menguji setiap orang yang berhubungan atau kontak dengan orang tersebut selama lebih dari dua minggu.

Baca juga : Otoritas Medis China Akui, Obat Flu Favipiravir Alias Avigan Buatan Jepang. Efektif Sembuhkan Penderita Corona

Menurut Haseltine, penting untuk menemukan mereka lebih awal sebelum mereka sakit. Ini bukan tentang berapa banyak tes yang dilakukan di suatu daerah, lanjutnya, tetapi bagaimana tes itu digunakan.

Sementara itu, terkait studi baru di beberapa negara di Amerika Serikat mmpertanyakan pernyataan pejabat AS tentang cara penyebaran Virus Corona baru dan mereka bertanya, “Bagaimana jika penularan terjadi dari orang yang tidak bergejala?

Dilansir dari CNN, pada Kamis 19 Maret 2020 kemarin. Terdapat setidaknya 82 kasus tanpa gejala ditemukan di sebuah klaster Virus Corona di Massachusets. Penularan tanpa gejala disebut (asimptomatik) dapat terjadi meski itu bukan faktor yang signifikan.

Baca juga : Mendeteksi Corona Lebih cepat, Kemenkes Akan Melakukan Rapid Test

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) Alex Azar pada 1 Maret 2020 beberapa hari lalu.

Selain itu, seperti dilansir Medical News Today, Selasa 17 Maret 2020 peneliti dari AS, Perancis, China, dan Hong Kong secara khusus telah meneliti seberapa cepat SARS-CoV-2 itu menyebar. Salah satunya membahas mengenai transmisi senyap atau silent transmission.

Transmisi senyap terjadi ketika seseorang yang tertular virus tidak menunjukkan gejala, tetapi menularkan virus ke orang lain. Untuk menyelidiki ini, para peneliti telah mempelajari 450 laporan kasus dari 93 kota di China.

Baca juga : SBY Sebut, Ada dua Krisis Besar Melanda Dunia. Yakni, Virus Corona dan Ekonomi Global

Tes Covid-19 – Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes COVID-19 di sebuah bilik pengujian di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020. Sebuah rumah sakit Korea Selatan telah memperkenalkan bilik telepon.

Hal tersebut dilakukan guna menghindari staf medis yang harus menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi.

Mereka menemukan bukti paling meyakinkan hingga saat ini bahwa orang dapat menularkan virus sebelum gejala dimulai, sebuah skenario yang juga dikenal sebagai penularan presimptomatik atau asimptomatik.

Penelitian menunjukkan, hanya 1 sampai 3 persen saja yang disebut pembawa asimptomatik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here